Tuesday, December 06, 2016

Rasa


Andai ia benar,
Kenapa harus menipu diri,
Takut jatuh hati,
Dan takut disakiti?

Sunday, November 27, 2016

Hadiah Dari Dia

Datang tanpa bual bicara,
Janggal pada awalnya,
Jengkel saat pertemuan pertama,
Sekejap saja untuk mesra.

Dia, dihantar Tuhan,
Menemaniku disaat suram,
Tuhan mendengar doa insan,
Yang kecundang di medan perang.

Datang sebagai kawan,
Kenal sebagai rakan,
Akrab ibarat saudara,
Dengan harapan, kekal selamanya.

Hari demi hari,
Banyak berkongsi rasa,
Banyak berkongsi cerita,
Dia dihantar ketika aku sendiri.

Buat Tuhan,
Kau jagalah dia,
Dia yang menjadi pengubat luka,
Menjadi teman ketika duka,
Moga persahabatan ini kekal selamanya.


Saturday, September 03, 2016

Nyanyian Sendiri

Sebuah lagu,
Dikarang berdua,
Ditulis bersama,
Dirakam sendiri.

Sebuah lagu,
Kisah suka,
Saat berdua,
Kesudahanya duka.

Sebuah lagu,
Bermulanya indah,
Klimaksnya bahagia,
Penghujungnya ....

Sebuah lagu,
Tergantung perjalanannya,
Ditinggal berharap,
Luka sendiri.

Lagu indah, berakhir duka,
Bukan dicita, namun itu kisahnya,
Lara diberi harapan,
Berakhir sendirian.

Kisah lalu berulang,
Gara-gara harapan,
Tinggi menjulang,
Jatuh berderai, luka dalam.




Thursday, September 01, 2016

Memerdekakan Diri

Detik-detik waktu,
Mengenal erti sebuah kemerdekaan,
Dalam banyak perihal,
Kita telahpun bebas,
Bebas mendefinisikan kemerdekaan itu,
Bebas berfikir di luar kotak doktrin.

Bukankah bebas itu sebuah kemerdekaan?

Wednesday, August 31, 2016

Sebuah Pembebasan

Pipit dalam sangkar,
Kelisa dalam kolam,
Tidak bebas terbang,
Tidak bebas berenang.

Pipit ingin terbang,
Bebas di awan,
Kelisa ingin berenang,
Bebas di lautan.

Masing-masing punya keinginan,
Bergerak bebas tanpa halangan,
Bebas sebebas-bebasnya,
Menjalani kehidupan tanpa aral.

Dipenjara kata politikus,
Digari rapi, tanpa belas,
Masih kita mencari kebebasan,
Dalam menempuh hari mendatang.

Kita, pipit dan kelisa,
Sama sahaja,
Menginginkan sebuah pembebasan,
Menempuh hari-hari melawan tirani.