Saturday, June 15, 2013

Pohon Ampun

Berlalu pergi,
memori dimarahi,
Aku cuba lari pergi, 
Membenih rasa benci.

Hubungan kita tidak begitu akrab,
Namun, nun dipelusuk hatimu, 
Sayang kau padaku cukup kuat.
Masakan tidak, tulang kerat dibanting mencari rezeki.
Demi sesuap nasi.

Ku berpaling pada memori hitam lalu, 
Ku sedar, hanya satu.
Sesal.

Sesal.
Sesal.
Sesal.

Rasa sesalku membuak-buak.
Benci yang ku benih dulu tak mampu mengambus rasa sesalku.
Sesalku mengabaikan mu disaat kau masih disisi.
Sesalku tidak menghargai penat lelahmu.
Sesalku tidak memohon ampun disaat kau masih disisi.


Aku tak sehebat yang lain, berjaya dalam hidup mereka.
Mungkin ini padahnya mengabaikan nasihat dan pesananmu.

Aku tak mampu menghadiahkan sebuah Bimmer,
Yang tinggal, hanya bacaan Yaasin mampuku hadiahkan,
Kerna kau pergi disaat aku masih menagih rasa sayangmu.




p/s - Al-Fatihah buat ayahku saudara Yusof bin Ibrahim. Aku masih belum sempat menjadi kawan akrabmu, Moga kau dicucuri rahmat olehNya. Moga kelak disyurga kita dipertemukan kembali.

Sunday, May 12, 2013

Hamba Perkasa

Mentari belum pun muncul,
Segala kelengkapan tersiap.
Kau, persiapkan sendiri.

Kau, hadirkan dirimu,
menjengah muka pintu,
Mengejutkan ku,
Menyembah Tuhan Yang Satu.

Pesananmu tak pernah berubah,
"Nak, tuntutlah ilmu dengan sebaiknya"
Dari umurku 3 tahun,mencecah ke 23 tahun.
"Nak, kemana kau pergi, jangan lupa Dia"

Walau berat menahan pedih,
Kau gagahi mendengar,
tohmahan, cacian,
Dek nakalnya puteramu ini
Kau wanita yang kuat.

Tiap saat, tiap ketika,
Tak pernah lekang doa kau buatku.
Walau aku, jarang bersama,
Aku tahu kau ada,bersama.



p/s - Selamat menyambut hari ibu buat sekalian ibu. 
Puisi ini ditujukan khas buat Umi, Morni binti Mohd Takir. Selamat hari ibu, mohon maaf atas segala khilaf. 






Wednesday, May 01, 2013

Politikus Songsang

Aku berjuang!
Bermatian!
Demi poketku,
Demi perutku.

Bangkitlah bangsaku!
Bawa bekal buat anak cucu,
Nanti dikebas bangsa lain,
Sesungguhnya kita bersaudara,
Mungkar Nakir akan persoal siapa bangsamu kelak.
Bangkitlah!

Bangkitlah anak-anak muda,
Perjuangkan agamamu,
Ayuh kita berdansa sampai pagi,
Todi, whiskey, ayuh kalian!

Sampai bila?
Didoktrin selepas mendengar azan pertama dimuka dunia.
Gila! Bodoh!
Penakut!

Monday, April 22, 2013

Janji Kita

Tangga mahkamah dipanjat hari demi hari,
Menuntut suatu janji,
Dari mereka yang berjanji,
Manusia biasa.

'Human Right' menjadi tunjang.
Menuntut setiap inci yang dijanjikan, agar dikotakan.
Gadai segalanya demi hak.
Hak yang dulunya dijanjikan segalanya.

.
.
.
.
.
.

Ini janji kita dan mereka,
Janji kita pada Dia?
Bagaimana?
Masih menunggu terbitnya mentari esok untuk sujud padaNya?
Andai tiada hari esok bagi kita?

Wednesday, April 17, 2013

Rasa Hitam Dendam

Kian berahi,
Rasa hitam dengki.

Api hitam ditiup sayu,
Membesar tanpa ragu.

Rasa dengki,
Makan diri,
Bukan hari ini,
Kelak barangkali.

Hati-hati bisikan Dasim.